The book “Tanda Tendi Tondi: Dua Lage Sajabu” is a profile book about Kawan Pustaha,—quoting Tati br. Tamba in the introduction—a “Batak collective focused on learning to read pustaha laklak through Batuakba (Batak Script Reading and Writing) activities. Kawan Pustaha is active in Lifepatch, Bausasran village, Yogyakarta.

Buku ini merupakan kumpulan otobiografi 16 orang perempuan perwakilan dari KPPL Maju Bersama, KPPL Karya Mandiri, KPPL Sumber Jaya, KPPL Sejahtera dan empat orang perempuan perwakilan dari Komunitas Perempuan Penyelamat Situs Warisan Dunia (KPPSWD) yang bersepakat untuk berkolaborasi membangun jalan perubahan bersama. Secara umum, buku ini terbagi dua bagian. Bagian pertama tentang latarbelakang, pengetahuan, pengalaman dan agensi mereka terkait pengelolaan hutan TNKS dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu di hutan TNKS untuk pangan, dan bagian kedua tentang jalan perubahan bersama yang mereka bangun.

(Dedek Hendry dalam “Hutan, Pangan, Hak Perempuan dan Otobiografi: Sebuah Pengantar Editor”)

Penerbitan buku ini adalah sebuah usaha untuk mendekati novel Ikan-ikan Hiu, Ido, Homa yang ditulis oleh Y.B. Mangunwijaya dan diterbitkan pertama kali pada tahun 1984. Tulisan-tulisan yang terangkum adalah hasil dari proses sinau bareng untuk merespons Biennale Jogja XVI 2021 yang salah satu bagiannya menampilkan potongan pemikiran Romo Mangun.

© 2024 by Nai Rinaket. No part of this website may be reproduced or distributed without prior written permission from the copyright owner.